Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama, menggelar kegiatan sosialisasi mengenai Pekerja Migran Indonesia (PMI) kepada masyarakat di Kamang Magek
Agam MataJurnalist.com _Anggota DPR RI dari Komisi IX, Ade Rezki Pratama, menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kamang Magek pada hari Sabtu (15/3/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama antara Ade Rezki Pratama dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Sumatera Barat.
Sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Walinagari Magek Hiralias, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Rio Eka Putra, serta perwakilan BP2MI, termasuk Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, Ketua Tim Penempatan BP2MI Sumbar, Valerie Christie Faisal, serta tokoh masyarakat, Niniak Mamak, Bundo Kaduang, dan sejumlah undangan lainnya.
Ade Rezki Pratama dalam sambutannya menyampaikan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang mempengaruhi persaingan tenaga kerja.
Dalam konteks ini, ia mengungkapkan bahwa perusahaan di dalam negeri kini menghadapi persaingan yang sangat ketat dengan produk impor, terutama dari negara-negara seperti Tiongkok. Banyak barang impor yang memiliki harga lebih murah dan kualitas yang baik, yang membuat produk dalam negeri kesulitan bersaing, baik dari segi harga maupun kualitas.
“Persaingan harga ini memberi dampak pada lapangan kerja. Tidak jarang perusahaan dalam negeri harus mengurangi jumlah karyawan atau bahkan menghentikan operasionalnya karena tak mampu lagi membayar gaji. Sementara itu, ada peluang besar di luar negeri bagi tenaga kerja Indonesia, terutama di sektor-sektor seperti perawatan kesehatan, konstruksi, dan teknik, di mana gaji yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri,” ujar Ade.
Ia menambahkan bahwa setiap tahun banyak lulusan SMK, SMA, dan perguruan tinggi yang harus menghadapi kenyataan bahwa setelah wisuda mereka belum mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan untuk mencari solusi, mengurangi angka pengangguran, dan membuka peluang kerja baik di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu contohnya, lanjutnya, adalah sektor las yang gajinya bisa mencapai 25 juta rupiah per bulan di luar negeri, sementara di dalam negeri hanya jauh lebih rendah, katanya.
"Saat ini, banyak negara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, dan Taiwan membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia, terutama di bidang-bidang yang memerlukan keterampilan khusus. Kami berharap anak-anak muda di sini bisa memanfaatkan peluang ini, tetapi dengan hati-hati dan taat pada aturan yang ada," ungkap Ade.
Ade Rezki Pratama dalam sambutannya juga menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran adalah salah satu prioritas utama yang diperjuangkan oleh DPR RI. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak pekerja migran serta prosedur yang harus diikuti untuk bekerja dengan aman dan terlindungi.
"Perlindungan pekerja migran adalah salah satu fokus utama kami, dalam memastikan bahwa setiap pekerja migran Indonesia mendapatkan hak yang layak, baik dalam hal upah, kondisi kerja, maupun jaminan sosial. Kami berharap masyarakat Kamang Magek dapat memahami dan lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul,” ucap Ade.
Walinagari Magek, Hiralias, dalam sambutannya mendukung penuh kegiatan ini. Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih pekerjaan di luar negeri. Menurutnya, koordinasi yang baik antara masyarakat dan lembaga terkait sangat penting agar tidak ada lagi korban penipuan atau penyalahgunaan hak pekerja migran.
“Saya berharap masyarakat di sini dapat memanfaatkan informasi yang diberikan dengan baik. Kami mendukung penuh upaya perlindungan bagi pekerja migran, dan kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan hak-hak pekerja migran terjamin,” kata Hiralias.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Rio Eka Putra, dalam kesempatan itu juga mengungkapkan pentingnya fasilitasi bagi para pekerja migran, baik dalam hal infrastruktur maupun kerja mandiri. Ia menyarankan agar masyarakat memanfaatkan berbagai peluang yang ada, seperti program pengaduan dan pelatihan keterampilan yang disediakan oleh pemerintah.
Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, dalam sambutannya juga menekankan bahwa bekerja di luar negeri bisa memberikan gaji yang jauh lebih besar. Namun, ia juga mengingatkan agar para calon pekerja migran selalu mematuhi prosedur yang telah ditetapkan dan menghindari praktik ilegal yang dapat merugikan mereka.
Perwakilan dari BP2MI Sumatera Barat menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran, termasuk pelatihan keterampilan dan penyediaan akses informasi yang lebih luas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi berbagai masalah yang sering dihadapi oleh pekerja migran, seperti penipuan dan eksploitasi.
Dalam menyampaikan materinya, Ketua Tim Penempatan BP2MI Sumbar, Valerie Christie Faisa, menyatakan, "Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat mengurangi masalah yang sering dihadapi oleh pekerja migran, seperti penipuan dan eksploitasi. BP2MI berkomitmen untuk terus mendampingi pekerja migran mulai dari proses perekrutan hingga mereka kembali ke tanah air dengan aman," pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo
Posting Komentar