PMI Bukittinggi Dirikan Posko Kesehatan di Pedestrian Jam Gadang, Berikan Layanan Medis Gratis bagi Pengunjung dan Pemudik
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Palang Merah Indonesia (PMI) Bukittinggi kembali mendirikan posko pelayanan kesehatan di kawasan Pedestrian Jam Gadang, yang dimulai sejak 24 Maret dan akan beroperasi hingga H+7 Lebaran. Posko ini merupakan bagian dari komitmen PMI untuk memberikan layanan kesehatan kepada pengunjung dan pemudik yang beraktivitas di sekitar ikon kota Bukittinggi.
Ketua PMI Bukittinggi, Chairunnas, pada hari Selasa (25/3/2025), menjelaskan bahwa posko ini hadir untuk memberikan dukungan medis bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang mengalami keluhan kesehatan saat berkunjung atau beraktivitas di sekitar area Jam Gadang.
"Seperti tahun lalu, kami mendirikan posko di sekitar Jam Gadang, di mana banyak pengunjung berkumpul dari pagi hingga malam. Oleh karena itu, penanganan pertama di lapangan sangat diperlukan, mengingat potensi kejadian seperti pusing, terjatuh, atau cedera yang mungkin dialami pengunjung," ujar Chairunnas.
Posko yang terletak di kawasan Pedestrian Jam Gadang ini didirikan dengan persetujuan dari Dinas Kesehatan, Polresta Bukittinggi, serta instansi terkait lainnya. Posko ini menyediakan berbagai jenis layanan medis, mulai dari pertolongan pertama, pelayanan ambulans, hingga mobil jenazah untuk warga Bukittinggi. Selain itu, PMI juga menyediakan ruang khusus bagi ibu menyusui untuk memberikan kenyamanan saat beristirahat.
"Kami ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung, termasuk ibu menyusui yang membutuhkan ruang khusus untuk merawat anak-anak mereka," tambah Chairunnas.
Layanan di posko ini akan tetap berjalan dengan profesional, termasuk pelayanan ambulans dan mobil jenazah, tanpa biaya untuk warga Bukittinggi, berkat dana hibah yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi.
"Layanan ini tidak dikenakan biaya bagi warga Bukittinggi, karena dana hibah yang diterima PMI digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dan pengunjung yang ada di Bukittinggi," jelas Chairunnas.
Untuk memastikan kelancaran pelayanan, PMI menyiapkan 11 petugas medis yang akan berjaga 24 jam dengan sistem piket bergantian antara pukul 11.00 hingga 23.00 WIB. Selain posko utama di Jam Gadang, PMI juga akan menempatkan posko mobile di beberapa titik strategis lainnya, seperti Kebun Binatang dan Panorama, guna menjangkau keramaian pengunjung di seluruh area wisata.
PMI Bukittinggi juga mengingatkan pengunjung dan pemudik bahwa jika ada kecelakaan atau kondisi medis yang memerlukan rujukan ke luar kota, mereka akan siap membantu, meski dengan ketentuan biaya BBM dan makan petugas medis selama perjalanan akan ditanggung oleh keluarga pasien.
"Kami tidak diperbolehkan menggunakan dana hibah untuk biaya keluar kota, jadi kami mohon bantuan dari keluarga pasien untuk biaya operasional tersebut," jelas Chairunnas.
Dengan adanya posko pelayanan kesehatan ini, PMI berharap pengunjung, wisatawan, dan pemudik yang berada di Bukittinggi dapat merasa lebih aman dan nyaman, terutama saat beraktivitas di area keramaian seperti Jam Gadang selama musim liburan dan lebaran.
Sementara itu, salah satu petugas di posko, Doni, saat di wawancarai menyampaikan bahwa sejak posko dibuka pada 24 Maret kemaren, telah memberikan pertolongan kepada sejumlah pengunjung yang mengalami keluhan kesehatan, seperti pusing.
"Kami sudah menangani beberapa kasus, seperti pengunjung yang merasa pusing. Semoga posko ini dapat terus memberikan manfaat bagi semua yang membutuhkan," pungkas Doni.***
Pewarta : sutan mudo
Posting Komentar