Walikota Bukittinggi Tegaskan Komitmen untuk Perbaikan Kota dan Pengelolaan Wisata dalam Open House Ketua DPRD
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, saat menghadiri open house di lebaran 1446 H, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi pada hari Rabu (2/4/2025)
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Regulasi yang menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan harus senantiasa diikuti dengan konsistensi dan tujuan untuk kemajuan bersama. Hal ini disampaikan oleh Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, saat menghadiri open house yang diselenggarakan oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, di rumah dinasnya di belakang Balok, pada Rabu (2/4/2025).
Acara open house tersebut berlangsung pada Hari Ketiga Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Ramlan mengungkapkan bahwa situasi di Bukittinggi masih terkendali. Sejak hari pertama libur lebaran, para tamu mulai berdatangan, dan sejumlah objek wisata berbayar di kota Bukittinggi.
Pemerintah Kota Bukittinggi pun menyampaikan ucapan selamat datang kepada para perantau dan pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan kota Bukittinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Ramlan juga menyampaikan pesan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menjalankan tugas piket dengan baik, termasuk dirinya yang turut memantau langsung kondisi kota Bukittinggi.
“Kami juga selalu mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, serta meminta agar sampah yang dibuang dari rumah dilakukan pada jam yang sudah ditentukan. Pengelolaan sampah yang baik adalah bagian dari menjaga kebersihan kota, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Ramlan.
Terkait dengan potensi pendapatan dari objek wisata selama libur lebaran, Walikota Ramlan menyebutkan bahwa meskipun belum dapat dihitung secara pasti, pada masa liburan lebaran sebelumnya dimasa pemerintahannya 5 tahun yang lalu pendapatan harian bisa mencapai sekitar 1,5 miliar rupiah. Saat ini, proses pengecekan lapangan masih berlangsung, dan estimasi lebih rinci akan dilakukan setelah data terkumpul.
“Dulu, penggunaan e-money di Bukittinggi bisa menghasilkan sekitar 15 miliar rupiah dalam 10 hari selama libur lebaran. Semua pendapatan ini tentu berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, yang mencakup sektor parkir, WC, dan lainnya sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelasnya.
Salah satu prioritas yang disorot oleh Walikota Ramlan adalah pemeliharaan fasilitas wisata seperti Jembatan Limpapah dan Jam Gadang yang kini sudah siap dicat ulang, termasuk tonggak lampu Penerangan dekat lapangan kantin dan juga Trotoar didanai melalui Corporate Social Responsibility (CSR), ujarnya
Ramlan juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan besar yang telah datang ke Bukittinggi dan berkomitmen memberikan kontribusi melalui CSR untuk memperbaiki fasilitas kota.
“Keamanan dan kenyamanan adalah kunci utama dalam menciptakan suasana yang baik di Bukittinggi. Kami ingin mengembalikan fungsi kota ini, seperti trotoar yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki. Pemerintah memiliki tugas untuk mengatur kota ini agar berjalan sesuai dengan tata aturan yang ada,” tambah Ramlan.
Ia juga menegaskan bahwa Bukittinggi hidup dari kedatangan tamu, dan jika para pengunjung merasa tidak nyaman, mereka bisa memilih kota lain sebagai tujuan wisata mereka. Sebaliknya, jika kota ini nyaman dan aman, maka masyarakat Bukittinggi, terutama pedagang dan pelaku usaha lokal, yang akan merasakan manfaatnya.
“Untuk itu, kami akan menertibkan segala hal yang perlu tertib sesuai aturan yang berlaku. Saya yakin, DPRD dan masyarakat akan mendukung langkah ini, karena kita semua ingin Bukittinggi menjadi lebih baik,” ujar Walikota Bukittinggi.
Selain itu, Ramlan juga menyoroti pentingnya perbaikan pengelolaan terminal di Bukittinggi. Ia memastikan bahwa tidak akan ada terminal bayangan, dan dua terminal utama, yaitu tipe C dan A, akan dikelola dengan lebih baik sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
“Memang, ada sebagian pihak yang tidak senang dengan kebijakan ini, namun perubahan adalah hal yang wajar dalam setiap proses pembangunan. Yang penting adalah kebijakan ini bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak dan untuk kemajuan daerah. Jika saya tidak melakukan perubahan ini, untuk apa saya menjadi walikota? Bukittinggi harus berubah menjadi lebih baik, dan itulah tujuan kami,” pumgkas Ramlan saat di wawancarai awak media
Pewarta : sutan mudo
Posting Komentar